Applied
Linguistics ( Linguistik Terapan )
“SOSIOLINGUISTIK”
Hello guys..... How
are you???
Kali ini aku akan post
tentang applied linguistik atau linguistik terapan.
Banyak sekali
bidang-bidang linguistik terapan sesuai dengan kebutuhan.
A. Pengertian
Linguistik Terapan
Kata terapan/menerapkan, berpadanan dengan to apply, yang artinya Memakai atau
Menggunakan bisa juga dimaknai menginjak, mempergunakan, dan mengerahkan.
Makna
kata Applied = put to practical use. Dari kata applied lahir
gabungan kata applied linguistic yang sepadan dengan linguistic
terapan.
B.
Sejarah Singkat Applied Linguistics
Linguistik terapan telah mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. In the past, applied linguistics paid attention to principles and practices to linguistic foundations.
Linguistik terapan telah mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. In the past, applied linguistics paid attention to principles and practices to linguistic foundations.
In 1960, the scope of applied
linguistics was expanded in terms of language assessment, language policy, and
second language acquisition. Applied linguistics continues to develop and even
change. In about 1990, linguistics expanded, covering critical study and
multilingualism.
C. Bidang-bidang
Linguistik Terapan
Applied linguistics (appllied linguistics)
covers areas of: language teaching, translation, lexicology, applied phonetics,
applied sociolinguistics, international language coaching, specialized language
coaching, medical linguistics, mechanolinguistics
Saya memilih bidang yang menarik
buat saya yaitu “SOSIOLINGUISTIK”
Because it includes the use of sociolinguistic insights for practical purposes,
such as language planning, language coaching, literacy eradication, and so on.
Applied linguistics studies are one part of an interdisciplinary linguistic
study. Such interdisciplinary studies, such as Sociolinguistics, are one part
of linguistics that deals with the relationship between language and the usage
community.
D. Definisi Sosiolinguistik
Sosiologi adalah kajian yang
objektif dan ilmiah mengenai manusia didalam masyarakat, dan mengenai
lembaga-lembaga, dan proses sosial yang ada didalam masyarakat. Sociology
tries to find out how the society takes place, takes place, and persists. By
studying social institutions and all social issues in a society, we will know
how human beings adjust to their environment, how they socialize, and put
themselves in their place in society.
Sedangkan lingustik adalah
bidang ilmu yang mempelajari bahasa atau bidang ilmu yang mengambil bahasa
sebagai objek kajian. Thus, it can easily be said that
sociolinguistics is an interdisciplinary field of science that studies the
language in relation to the use of language in society.
Pakar lain mengatakan, Carlles Morris, dalam bukunya Sign,
Language and Behaviour 1946 (membicarakan bahasa sebagai sistem lambang,
membedakan adanya tiga macam kajian bahasa berkenaan dengan fokus perhatian
yang diberikan. Jika perhatian difokuskan pada hubungan antara lambang dengan
maknanya disebut semantik, jika fokus perhatian diarahkan pada hubungan lambang
disebut sintaktik, dan kalau fokus perhatian diarahkan pada hubungan
antara lambang dengan para menuturnya disebut pragmatik.
As an
object in sociolinguistic language is not seen or approached, as is done by
general linguistics, but viewed or approached as a means of interaction or
communication within human society.
The
sociolinguistic study is more qualitative, while the study of the sociology of
language is quantitative. Thus, sociolinguistics is more concerned with details
of actual language usage, such as descriptions of patterns of language usage or
dialect in a particular culture, the choice of language or dialect specific to
speakers, topics, and backgrounds. While the sociology of language is more
related to social factors, which are mutual with language or dialeg.
E. Tujuan
dan Manfaat Sosiolinguistik
Tujuan kita
mempelajari sosiolinguistik, agar kita dapat memahami lebih jauh tentang
pemakaian bahasa, keanekaragaman bahasa karena diversifikasi pemakai bahasa dan
tingkat sosial pemakai bahasa, sikap berbahasa, serta loyalitas keutuhan
bahasa. By studying
sociolinguistics, in addition to increasing our insights in linguistics can
also foster good language awareness and maintain language uniformity.
Every science, certainly has benefits in our lives, as well as sociolinguistics. The benefits of sociolinguistics very much because the language as the object of study is a tool of human verbal communication that has certain rules.
Every science, certainly has benefits in our lives, as well as sociolinguistics. The benefits of sociolinguistics very much because the language as the object of study is a tool of human verbal communication that has certain rules.
Manfaat dari pengetahuan sosiolinguistik
dalam berkomunikasi, antara lain :
A. Provide guidance to us in communicating by showing us
what language, language, or style of language we use when we talk to certain people, and in certain places.
B. In teaching, sociolinguistics is useful in explaining
the use of language in accordance with the rules of language and social rules.
C. Sociolinguistics can also contribute to overcoming
political tensions due to the issue of national language selection in
multilingual countries.
Sosiolinguistik adalah salah satu ilmu yang
kan menjawab tentang masalah-masalah yang topiknya bisa dirumuskan sebagai
berikut :
Pertama,
Bahasa, Dialek dan Ragam Bahasa. Every language speaker
will always speak with an accent. Thus it can not be said that a speaker has an
accent, while other speakers have no accent. Accents are limited to
descriptions of aspects of speech that can show where the speakers come from,
whether regional or social. (Chaika, 1982:132). Aksen berbeda dengan dialek
Dialek mengacu ke semua perbedaan antara variasi bahasa yang satu dengan yang
lain mencakup penggunaan tata bahasa, kosakata, maupun aspek-aspek ucapan.
Dialog juga dapat dibedakan menurut wilayah (dialek regional), menurut
faktor-faktor kemasyarakatan (dilek sosial) dan waktu pemakaian dialek (dialek
temporal). (Cahyono, 1995:387).
Kedua,
Masyarakat Bahasa. Yang dimaksud dengan masyarakat bahasa
adalah sekelompok orang yang merasa menggunakan bahasa yang yang sama (Chaer,
1994:60). Because the emphasis of understanding the language community on using
the same language, the concept of language society can be broad or become
narrow. The language community can cross provincial boundaries, state borders
and even continental boundaries.
Ketiga,
Bilingualisme dan Multilingualisme. Kedwibahasaan
(bilingualism) mengacu ke pemakaian bahasa lebih dari satu bahasa oleh seseorang,
kelompok atau negara. In the concept of kedwibahassan it is embodied in the
concept of multilingualism in a small scale (micro-level) involving individuals
or small groups, and on a large scale (macro-level) that concerns society or
country. Dalam kedwibahsaan berskala kecil terdapat seseorang yang menguasai
dua bahasa (bilingual) atau lebih dari dua bahasa (multilingual). Dalam
kedwibahasaan berskala besar terdapat masyarakat atau negara yang memakai satu
bahasa atau monoglosia (monoglossic), dua bahasa (diglossic), dan lebih dari
dua bahasa atau poliglosia (polyglossic).
Keempat,
Penggunaan Bahasa (Etnografi Bahasa). Adanya berbagai macam dialek dan
ragam bahasa menimbulkan masalah, bagaimana kita harus menggunakan bahasa itu
dalam masyarakat. Seorang pakar sosiolinguistik yang bernama Hmes mengatakan,
bahwa suatu komunikasi dengan menggunakan bahasa harus memperhatikan delapan
unsur yang diakronimkan menjadi SPEAKING. (Chaer, 1994: 63). Kedelapan hal
tersebut adalah:
(1) Setting and Scene ( berkenaan dengan
tempat dan waktu terjadinya percakapan),
(2) Participants (orang yang terlibat dalam
percakapan),
(3) Ends (maksud dan hasil percakapan),
(4) Act Sequences (bentuk dan isi percakapan),
(5) Key (Cara dan semangat dalam melakukan
percakapan),
(6)
Instrumentalities (Jalur percakapan),
(7) Norms (norma prilaku peserta percakapan),
(8) Genres (ragam
bahsa yang digunakan).
Kelima, Perencanaan Bahasa. Pembakuan bahasa merupakan salah
satu bentuk kerangka perencanaan bahasa yang bisa dilakukan oleh badan
pemerintah yang resmi atau organisasi swasta. Bahasa baku adalah variasi bahasa
yang menjadi dasar penulisan media masa dan buku-buku dan merupakan variasi
bahasa yang diajarkan di sekolah-sekolah. Bahasa baku memiliki 4 (empat)
fungsi, yaitu: 1) fungsi pemersatu, 2) fungsi kekhasan, 3) fungsi pembawa
kewibawaan, dan 4) fungsi sebagai kerangka acuan (Bambang, 1994:386).
Keenam, Bahasa dan
Kebudayaan. Salah satu pertanyaan kebahasaan yang menarik dan
mengundang perhatian ahli bahasa adalah: ”Apakah terdapat hubungan anatara
kemampuan penalaran suatu suku bangsa dengan bahasa asli yang dimiliki?”.
Dengan kata lain, ”Apakah seorang penutur bahasa dari suku bangsa yang memiliki
bahasatertentu memandang dunia yang sama secara berbeda dengan penutur bahasa
dari suku bangsa yang lain?”.
Banyak
sekali pakar yang dalam sosiolinguistik, dibawah ini saya akan sebutkan satu
pakar bahasa dalam bidang sosiolingustik:
1 1. Yayah BM Lumintaintang
Bahasa tak
sekadar alat berkomunikasi tapi juga berkaitan erat dengan kondisi sosial
masyarakat. Ilmu yang lebih dikenal dengan istilah sosiolingustik itulah yang
ditekuni Yayah Bachria Mugnisjah Lumintaintang atau yang lebih dikenal dengan
nama Yayah BM Lumintaintang ini.
perempuan kelahiran Cikampek, 9 Maret 1944 dari pasangan H. Abdul Mugnie dan Hj. Siti Aisjah ini menempuh pendidikan menengahnya di SGA Negeri Purwakarta. Empat tahun setelah tamat dari SGA Negeri Purwakarta, tepatnya di tahun 1966, Yayah hijrah ke Bandung guna meneruskan pendidikannya di Universitas Padjajaran, Fakultas Sastra, Jurusan Bahasa dan Sastrawan, Pendiri PDS H.B. Jassin sastra Indonesia.
perempuan kelahiran Cikampek, 9 Maret 1944 dari pasangan H. Abdul Mugnie dan Hj. Siti Aisjah ini menempuh pendidikan menengahnya di SGA Negeri Purwakarta. Empat tahun setelah tamat dari SGA Negeri Purwakarta, tepatnya di tahun 1966, Yayah hijrah ke Bandung guna meneruskan pendidikannya di Universitas Padjajaran, Fakultas Sastra, Jurusan Bahasa dan Sastrawan, Pendiri PDS H.B. Jassin sastra Indonesia.
Daftar
Pustaka :