Kamis, 26 Oktober 2017

EXPERIENCE.




"SPEECH CONTEST IN FRONT OF CANTEEN OF UNILAK"

In teaching and learning activities, at 10.00 class 3B English Department. Waiting for a lecturer Mr.Budi with INTRO TO LITERATURE. Besides it, the other friends are already boring to waiting and want to go home because already hungry and this time for lunch. I'm still patient waiting. Well, a few minutes later, Mr.budi came and entered our classroom.
Hello everybody, anyone want to go to watch speech contest ..?
We want sir"answer student".
We do not study here, but we learn there watching our friend Nunung is giving a speech, who want to go there ...
? the absent will signature there "said Mr.Budi".
ok sir "answer the student with joy".
all rushed off ....
and we arrived, the students of class 3B and mr.budi at the same time arrived. Then mr.budi said we are sitting in this chair. (sitting in back stage)
I and my friends sat down and some were unable to seat, so the others sat in the cafeteria seats, because the stage was close to the campus cafeteria and right then our friend named Nunung appeared with the
topic is  "BULLY".
We also cheered her with the spirit (Nunung, nunung, nunung).
Our friend named nunung performance so good, although she looks nervous and trembling, but she keeps the spirit to read her speech.
with a very hot ray of sunshine, me and my friends sat down in the back stage. Even we felt hot and sweaty, we make the paper book to be fan, even thirsty and hungry. (sad).
Half an hour later all the students in 3B class were signature of the absent . And then, after that. Mr.budi went straight home. We're staying.
Not long after, 3B class went from the speech contest and back again to campus because follow the group activities with 3A class.


KEEP THE SPIRIT.:-)

Rabu, 25 Oktober 2017

KESIMPULAN :




“PERAN GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN’’


Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan utama. Karena Proses belajar-mengajar mengandung serangkaian perbuatan pendidik/guru dan siswa atas dasar Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa itu merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses belajar-mengajar.
Sosok guru adalah sosok yang pastinya sering kita temui dimana-mana seperti, di lingkungan tempat tinggal, anggota keluarga dan tentunta disekolah-sekolah.
Guru adalah figur pemimpin yang dalam batas-batas tertentu dapat mengendalikan para muridnya. Guru memiliki peluang menentukan untuk membangun sikap hidup atau kepribadian anak didiknya sehingga dapat berguna bagi dirinya dan keluarganya kelak.
peran guru yang dianggap paling dominan dan klasifikasi guru yaitu :
Ø  Guru sebagai pendidik, ia tidak hanya mengajar seseorang agar tahu beberapa hal, tetapi guru juga melatihkan beberapa keterampilan dan terutama sikap mental anak didik. 
Ø  Guru sebagai pengajar yang membantu perkembangan intelektual, afektif dan psikomotor, melalui menyampaikan pengetahuan, pemecahan masalah, latihan-latihan afektif dan keterampilan.
Ø  Guru sebagai pembimbing siswa agar dapat menemukan berbagai potensi yang dimilikinya, membimbing siswa agar dapat mencapai dan melaksanakan tugas-tugas perkembangan mereka, sehingga dengan ketercapaian itu ia dapat tumbuh dan berkembang sebagai individu yang mandiri dan produktif.
Ø  Guru sebagai pelatih yang bertugas untuk melatih peserta didik dalam pembentukan kompetensi dasar, sesuai dengan potensi masing-masing.
Ø  Guru sebagai penasehat berarti menjadi penasehat dan menjadi orang kepercayaaan bagi peserta didiknya. Setiap saat peserta didik selalu dihadapkan dengan masalah, terutama masalah yang berkaitan dengan penguasaan kompetensi.
Ø  Guru sebagai pembaharu Sebagai jembatan antara generasi tua dan genearasi muda, yang juga penerjemah pengalaman, guru harus menjadi pribadi yang terdidik. Peran guru sebagai inovator adalah pembaharu pengetahuan bagi peserta didiknya.
Ø  Guru sebagai model dan teladan yakni guru harus menjadi suri teladan bagi anak didiknya, guru juga harus mengetahui psikologis mengenai peserta didiknya.
Ø  Guru sebagai peneliti dimana seorang guru peneliti dapat melakukan penelitian kelas untuk menganalisis dan meningkatkan aspek gaya mengajarnya.
Ø  Guru sebagai pendorong kreatif yang memiliki kemampuan menyampaikan ilmu pengetahuan kepada para peserta didiknya secara kreatif.

J THANKS FOR READING.-:)