Kamis, 12 Oktober 2017

MOTIVASI BELAJAR.!!!


KESIMPULAN :

Motivasi berasal dari kata motif yang berarti dorongan atau alasan. Motif merupakan tenaga pendorong yang mendorong manusia untuk bertindak atau suatu tenaga di dalam diri manusia, yang menyebabkan manusia bertindak atau melakukan sesuatu Sedangkan motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar.
Motivasi memegang peranan yang penting dalam proses belajar. Apabila guru dan orang tua dapat memberikan motivasi yang baik pada siswa atau anaknya, maka dalam diri siswa atau anak akan timbul dorongan dan hasrat untuk belajar lebih baik. Memberikan motivasi yang baik dan sesuai, maka anak dapat menyadari akan manfaat belajar dan tujuan yang hendak dicapai dengan belajar.
Seorang pendidik atau seOrang guru  hanya sebagai fasilitator, motivator dan inspirator dari proses kegiatan belajar mengajar di kelas dan Pengaruh motivasi terhadap seseorang tergantung seberapa besar motivasi itu mampu membangkitkan motivasi seseorang untuk bertingkat laku.

Strategi Untuk Menumbuhkan Motivasi Belajar:
1.Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik.
2.Berikan hadiah untuk siswa berprestasi. Hal ini akan memacu semangat mereka untuk bisa belajar lebih giat lagi. Di samping itu, siswa yang belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa mengajar siswa yang berprestasi.
3.Guru berusaha mengadakan persaingan/kompetisi di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil belajar yang telah dicapai sebelumnya.
4.Sudah sepantasnya siswa yang berprestasi untuk di berikan pujian yang sifatnya membangun.
5.Menggunakan metode pengajaran yang bervariasi.
6.Menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.
7.Membantu kesulitan belajar anak secara individual maupun kelompok.
8.Memberikan perhatian yang maksimal kepada peserta didik.
9.Menggunakan gambar dalam proses menerangkan, hal ini untuk mengurangi rasa jenuh siswa.
10.Menggunakan lelucon/bercanda sebagai bentuk “refreshing” dan untuk mendapatkan perhatian siswa kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar