KESIMPULAN :
Motivasi berasal dari kata motif yang berarti
dorongan atau alasan. Motif merupakan tenaga pendorong yang mendorong manusia
untuk bertindak atau suatu tenaga di dalam diri manusia, yang menyebabkan
manusia bertindak atau melakukan sesuatu Sedangkan motivasi belajar
adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan
belajar yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan
arah pada kegiatan belajar.
Motivasi memegang peranan yang penting dalam proses belajar. Apabila
guru dan orang tua dapat memberikan motivasi yang baik pada siswa atau anaknya,
maka dalam diri siswa atau anak akan timbul dorongan dan hasrat untuk belajar
lebih baik. Memberikan motivasi yang baik dan sesuai, maka anak dapat menyadari
akan manfaat belajar dan tujuan yang hendak dicapai dengan belajar.
Seorang pendidik atau
seOrang guru hanya sebagai fasilitator, motivator dan
inspirator dari proses kegiatan belajar mengajar di kelas
dan Pengaruh motivasi
terhadap seseorang tergantung seberapa besar motivasi itu mampu membangkitkan
motivasi seseorang untuk bertingkat laku.
Strategi
Untuk Menumbuhkan Motivasi Belajar:
1.Menjelaskan tujuan belajar ke peserta
didik.
2.Berikan hadiah untuk siswa berprestasi.
Hal ini akan memacu semangat mereka untuk bisa belajar lebih giat lagi. Di
samping itu, siswa yang belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa mengajar
siswa yang berprestasi.
3.Guru berusaha mengadakan
persaingan/kompetisi di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya,
berusaha memperbaiki hasil belajar yang telah dicapai sebelumnya.
4.Sudah sepantasnya siswa yang
berprestasi untuk di berikan pujian yang sifatnya membangun.
5.Menggunakan metode pengajaran yang
bervariasi.
6.Menggunakan media yang baik dan sesuai
dengan tujuan pembelajaran.
7.Membantu kesulitan belajar anak secara
individual maupun kelompok.
8.Memberikan perhatian yang maksimal
kepada peserta didik.
9.Menggunakan gambar dalam proses
menerangkan, hal ini untuk mengurangi rasa jenuh siswa.
10.Menggunakan
lelucon/bercanda sebagai
bentuk “refreshing” dan untuk mendapatkan perhatian siswa kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar