Sabtu, 27 Mei 2017

Applied Linguistik "SOSIOLINGUISTIK".




Applied Linguistics ( Linguistik Terapan )

“SOSIOLINGUISTIK”


 

Hello guys..... How are you???
    Kali ini aku akan post tentang applied linguistik atau linguistik terapan. 
    Banyak sekali bidang-bidang  linguistik terapan sesuai dengan kebutuhan.




A. Pengertian Linguistik Terapan 

     Kata terapan/menerapkan, berpadanan dengan to apply, yang artinya Memakai atau Menggunakan bisa juga dimaknai menginjak, mempergunakan, dan mengerahkan. 
Makna kata Applied = put to practical use. Dari kata applied lahir gabungan kata applied linguistic yang sepadan dengan linguistic terapan.



 B. Sejarah Singkat Applied Linguistics
     Linguistik terapan telah mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. In the past, applied linguistics paid attention to principles and practices to linguistic foundations.
 In 1960, the scope of applied linguistics was expanded in terms of language assessment, language policy, and second language acquisition. Applied linguistics continues to develop and even change. In about 1990, linguistics expanded, covering critical study and multilingualism.



C. Bidang-bidang Linguistik Terapan 

     Applied linguistics (appllied linguistics) covers areas of: language teaching, translation, lexicology, applied phonetics, applied sociolinguistics, international language coaching, specialized language coaching, medical linguistics, mechanolinguistics

     Saya memilih bidang yang menarik buat saya yaitu “SOSIOLINGUISTIK” Because it includes the use of sociolinguistic insights for practical purposes, such as language planning, language coaching, literacy eradication, and so on. Applied linguistics studies are one part of an interdisciplinary linguistic study. Such interdisciplinary studies, such as Sociolinguistics, are one part of linguistics that deals with the relationship between language and the usage community.


D. Definisi Sosiolinguistik

     Sosiologi adalah kajian yang objektif dan ilmiah mengenai manusia didalam masyarakat, dan mengenai lembaga-lembaga, dan proses sosial yang ada didalam masyarakat. Sociology tries to find out how the society takes place, takes place, and persists. By studying social institutions and all social issues in a society, we will know how human beings adjust to their environment, how they socialize, and put themselves in their place in society.

     Sedangkan lingustik adalah bidang ilmu yang mempelajari bahasa atau bidang ilmu yang mengambil bahasa sebagai objek kajian. Thus, it can easily be said that sociolinguistics is an interdisciplinary field of science that studies the language in relation to the use of language in society.

     Pakar lain mengatakan, Carlles Morris, dalam bukunya Sign, Language and Behaviour 1946 (membicarakan bahasa sebagai sistem lambang, membedakan adanya tiga macam kajian bahasa berkenaan dengan fokus perhatian yang diberikan. Jika perhatian difokuskan pada hubungan antara lambang dengan maknanya disebut semantik, jika fokus perhatian diarahkan pada hubungan lambang disebut sintaktik, dan kalau fokus perhatian diarahkan pada hubungan antara  lambang dengan para menuturnya disebut pragmatik.

    As an object in sociolinguistic language is not seen or approached, as is done by general linguistics, but viewed or approached as a means of interaction or communication within human society.

    The sociolinguistic study is more qualitative, while the study of the sociology of language is quantitative. Thus, sociolinguistics is more concerned with details of actual language usage, such as descriptions of patterns of language usage or dialect in a particular culture, the choice of language or dialect specific to speakers, topics, and backgrounds. While the sociology of language is more related to social factors, which are mutual with language or dialeg.


            E. Tujuan dan Manfaat Sosiolinguistik

Tujuan kita mempelajari sosiolinguistik, agar kita dapat memahami lebih jauh tentang pemakaian bahasa, keanekaragaman bahasa karena diversifikasi pemakai bahasa dan tingkat sosial pemakai bahasa, sikap berbahasa, serta loyalitas keutuhan bahasa. By studying sociolinguistics, in addition to increasing our insights in linguistics can also foster good language awareness and maintain language uniformity.
Every science, certainly has benefits in our lives, as well as sociolinguistics. The benefits of sociolinguistics very much because the language as the object of study is a tool of human verbal communication that has certain rules.



   Manfaat dari pengetahuan sosiolinguistik dalam berkomunikasi, antara lain :

A. Provide guidance to us in communicating by showing us what language, language, or style of language we use when we talk to certain people, and in certain places.

B. In teaching, sociolinguistics is useful in explaining the use of language in accordance with the rules of language and social rules.

C. Sociolinguistics can also contribute to overcoming political tensions due to the issue of national language selection in multilingual countries.



    Sosiolinguistik adalah salah satu ilmu yang kan menjawab tentang masalah-masalah yang topiknya bisa dirumuskan sebagai berikut :


Pertama, Bahasa, Dialek dan Ragam Bahasa. Every language speaker will always speak with an accent. Thus it can not be said that a speaker has an accent, while other speakers have no accent. Accents are limited to descriptions of aspects of speech that can show where the speakers come from, whether regional or social. (Chaika, 1982:132). Aksen berbeda dengan dialek Dialek mengacu ke semua perbedaan antara variasi bahasa yang satu dengan yang lain mencakup penggunaan tata bahasa, kosakata, maupun aspek-aspek ucapan. Dialog juga dapat dibedakan menurut wilayah (dialek regional), menurut faktor-faktor kemasyarakatan (dilek sosial) dan waktu pemakaian dialek (dialek temporal). (Cahyono, 1995:387).

Kedua, Masyarakat Bahasa. Yang dimaksud dengan masyarakat bahasa adalah sekelompok orang yang merasa menggunakan bahasa yang yang sama (Chaer, 1994:60). Because the emphasis of understanding the language community on using the same language, the concept of language society can be broad or become narrow. The language community can cross provincial boundaries, state borders and even continental boundaries.

Ketiga, Bilingualisme dan Multilingualisme. Kedwibahasaan (bilingualism) mengacu ke pemakaian bahasa lebih dari satu bahasa oleh seseorang, kelompok atau negara. In the concept of kedwibahassan it is embodied in the concept of multilingualism in a small scale (micro-level) involving individuals or small groups, and on a large scale (macro-level) that concerns society or country. Dalam kedwibahsaan berskala kecil terdapat seseorang yang menguasai dua bahasa (bilingual) atau lebih dari dua bahasa (multilingual). Dalam kedwibahasaan berskala besar terdapat masyarakat atau negara yang memakai satu bahasa atau monoglosia (monoglossic), dua bahasa (diglossic), dan lebih dari dua bahasa atau poliglosia (polyglossic).

Keempat, Penggunaan Bahasa (Etnografi Bahasa). Adanya berbagai macam dialek dan ragam bahasa menimbulkan masalah, bagaimana kita harus menggunakan bahasa itu dalam masyarakat. Seorang pakar sosiolinguistik yang bernama Hmes mengatakan, bahwa suatu komunikasi dengan menggunakan bahasa harus memperhatikan delapan unsur yang diakronimkan menjadi SPEAKING. (Chaer, 1994: 63). Kedelapan hal tersebut adalah:

(1) Setting and Scene ( berkenaan dengan tempat dan waktu terjadinya percakapan),

(2) Participants (orang yang terlibat dalam percakapan),

(3) Ends (maksud dan hasil percakapan),

(4) Act Sequences (bentuk dan isi percakapan),

(5) Key (Cara dan semangat dalam melakukan percakapan),

(6) Instrumentalities (Jalur percakapan),

(7) Norms (norma prilaku peserta percakapan),

(8) Genres (ragam bahsa yang digunakan).


Kelima, Perencanaan Bahasa. Pembakuan bahasa merupakan salah satu bentuk kerangka perencanaan bahasa yang bisa dilakukan oleh badan pemerintah yang resmi atau organisasi swasta. Bahasa baku adalah variasi bahasa yang menjadi dasar penulisan media masa dan buku-buku dan merupakan variasi bahasa yang diajarkan di sekolah-sekolah. Bahasa baku memiliki 4 (empat) fungsi, yaitu: 1) fungsi pemersatu, 2) fungsi kekhasan, 3) fungsi pembawa kewibawaan, dan 4) fungsi sebagai kerangka acuan (Bambang, 1994:386).


Keenam, Bahasa dan Kebudayaan. Salah satu pertanyaan kebahasaan yang menarik dan mengundang perhatian ahli bahasa adalah: ”Apakah terdapat hubungan anatara kemampuan penalaran suatu suku bangsa dengan bahasa asli yang dimiliki?”. Dengan kata lain, ”Apakah seorang penutur bahasa dari suku bangsa yang memiliki bahasatertentu memandang dunia yang sama secara berbeda dengan penutur bahasa dari suku bangsa yang lain?”.

   

Banyak sekali pakar yang dalam sosiolinguistik, dibawah ini saya akan sebutkan satu pakar bahasa dalam  bidang sosiolingustik:

1    1. Yayah BM Lumintaintang

     Bahasa tak sekadar alat berkomunikasi tapi juga berkaitan erat dengan kondisi sosial masyarakat. Ilmu yang lebih dikenal dengan istilah sosiolingustik itulah yang ditekuni Yayah Bachria Mugnisjah Lumintaintang atau yang lebih dikenal dengan nama Yayah BM Lumintaintang ini.
perempuan kelahiran Cikampek, 9 Maret 1944 dari pasangan H. Abdul Mugnie dan Hj. Siti Aisjah ini menempuh pendidikan menengahnya di SGA Negeri Purwakarta. Empat tahun setelah tamat dari SGA Negeri Purwakarta, tepatnya di tahun 1966, Yayah hijrah ke Bandung guna meneruskan pendidikannya di Universitas Padjajaran, Fakultas Sastra, Jurusan Bahasa dan Sastrawan, Pendiri PDS H.B. Jassin sastra Indonesia.









Daftar Pustaka :













 

19 komentar:

  1. Hello Netti , I think your post is completed!
    But , I think Maybe you can explain briefly but make the readers understand . Thanks netti.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yeah hello too..
      Thanks for giving respon.
      I will make it shorter and interesting. And can be understood by everyone.

      Hapus
  2. I think your article is interesting even though it is too long. I also like his beautiful butterflies and make the readers interested.
    Success for the block yes :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaaa thank you-thank you.
      Beautiful butterfly.:-)

      Keep the spirit also for you.!!

      Hapus
  3. Hi sis a very long explanation, overall I think complete, just how do you understand thank you :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ok, thanks for giving respon.
      Maybe you do not understand, because my article is too long.but, I am understand Because I made that.Hehehee
      Thank you.-)

      Hapus
  4. Hi netti. I think your article is good and very complete. Thank you :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ok friend, thank you very much.
      your article are good too.

      Hapus
  5. Hey netti . Nice blog but little can't enjoy because ur background can't make me focus . and plis make some spesific article thankyou

    BalasHapus
  6. Hi netti..
    your blog is good.
    and your background i like it.
    that is very beautiful like you.
    thankyou

    BalasHapus
  7. wow great job.. i think we are same subject. wkwkkkwkww

    BalasHapus

  8. Your blog is not as good as your background. thanks

    BalasHapus
  9. Hai guys, keep the spirit trusmenulis, I do not like the background,

    BalasHapus
  10. hei netti your article very long. but do you understand this your post.

    BalasHapus
  11. Netti why your tutorial is so boring, can not you make something more interesting? Not just yourself who needs to make up, make up your new blog first make up your pale face😡😠

    BalasHapus
  12. hey netti herlina, your article is so interesting and text is so long :D :D

    BalasHapus
  13. Hi netti ..
    I like your article but very long you should make a simple again to make it easier to understand

    BalasHapus
  14. No please dont mix it with Indonesia! I hate it! it make your post looks bad!

    BalasHapus
  15. Hello sis, I think your article not perfect and very boring just like your face so very boring

    BalasHapus