Kamis, 09 November 2017

" MID TEST "


          “ MENGAJAR DAN MENDIDIK ”
Netti Herlina Br. Silitonga
(1688203002)



Saya sebagai tenaga pendidik atau guru yang berperan dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada jalur pendidikan formal. Tugas utama akan efektif jika guru memiliki derajat profesionalitas tertentu yang tercermin dari kompetensi, kemahiran, kecakapan, atau keterampilan yang memenuhi standar mutu atau norma etik tertentu. Dengan mengajarkan berbagai macam teori dalam belajar sepeti, Teori Koneksionisme dalam belajar yang merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi antara peristiwa-peristiwa yang disebut stimulus dengan respon. Stimulus adalah suatu perubahan dari lingkungan eksternal yang menjadi tanda untuk mengaktifkan organisme untuk beraksi atau berbuat sedangkan Respon adalah sembarang tingkah laku yang dimunculkan karena adanya perangsang. Bentuk paling dasar dari belajar adalah “trial and error learning atau selecting and connecting learning”. Setelah teori belajar dilaksanakan perlu juga di perhatikan sebagai model pembelajaran seperti model information processing (tahap pengolahan informasi), model personal (pengembangan pribadi), model social (hubungan masyarakat), dan model behavioral (pengembangan perilaku). Supaya dapat melakukan proses mengajar melalui pendekatan yang sifatnya sangat umum seperti menginsiprasi, menguatkan dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu berbagai teknik atau cara konkrit yang dipakai saat proses pembelajaran berlangsung. Saya selaku guru berperan sebagai motivator bagi siswa saya, sebab saya suka memberikan masukan-masukan atau kata yang bisa membangkitkan semangat belajar siswa. Ada satu contoh kasus yang sering terjadi di dalam kelas seperti seorang anak yang kesulitan dalam menangkap pelajaran dan cara saya untuk mengatasi anak tersebut terlebih dahulu, saya memanggil dan menerima anak yang bermasalah dengan penuh kasih sayang atau melakukan pendekatan pada siswa tersebut, Dengan mewawancarainya dengan dialogis sehingga dapat ditemukan sebab-sebab utama yang menimbulkan masalah, Memahami keberadaan anak dengan sedalam-dalamnya, Menunjukkan cara penyelasaian masalah yang tepat untuk di renungkan oleh anak kemudian untuk dikerjakannya, menanamkan nilai-nilai spritual yang benar serta melakukan proses asosiasi antara konsep yang sedang diajarkan dengan kehidupan nyata sehari-hari, sehingga anak mudah memahaminya.
                                                                  

TERIMAKASIH
😉😊😉

                                   
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar