“
MENGAJAR DAN MENDIDIK ”
Netti
Herlina Br. Silitonga
(1688203002)
Saya sebagai tenaga pendidik atau guru yang berperan dengan
tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan
mengevaluasi peserta didik pada jalur pendidikan formal. Tugas utama akan
efektif jika guru memiliki derajat profesionalitas tertentu yang tercermin dari
kompetensi, kemahiran, kecakapan, atau keterampilan yang memenuhi standar mutu
atau norma etik tertentu. Dengan mengajarkan berbagai macam teori dalam belajar
sepeti, Teori Koneksionisme dalam
belajar yang merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi antara
peristiwa-peristiwa yang disebut stimulus dengan respon. Stimulus adalah suatu
perubahan dari lingkungan eksternal yang menjadi tanda untuk mengaktifkan
organisme untuk beraksi atau berbuat sedangkan Respon adalah sembarang tingkah
laku yang dimunculkan karena adanya perangsang. Bentuk paling dasar dari
belajar adalah “trial and error learning atau selecting and connecting
learning”. Setelah teori belajar dilaksanakan perlu juga di perhatikan sebagai model pembelajaran seperti model information
processing (tahap pengolahan informasi), model personal (pengembangan pribadi), model social (hubungan masyarakat), dan model
behavioral (pengembangan perilaku). Supaya dapat melakukan proses mengajar
melalui pendekatan yang sifatnya sangat umum seperti menginsiprasi, menguatkan
dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu berbagai
teknik atau cara konkrit yang dipakai saat proses pembelajaran berlangsung.
Saya selaku guru berperan sebagai motivator bagi siswa saya, sebab saya suka
memberikan masukan-masukan atau kata yang bisa membangkitkan semangat belajar
siswa. Ada satu contoh kasus yang sering terjadi di dalam kelas seperti seorang
anak yang kesulitan dalam menangkap pelajaran dan cara saya untuk mengatasi
anak tersebut terlebih dahulu, saya memanggil dan menerima anak yang
bermasalah dengan penuh kasih sayang atau melakukan pendekatan pada siswa
tersebut, Dengan mewawancarainya dengan dialogis sehingga dapat
ditemukan sebab-sebab utama yang menimbulkan masalah, Memahami keberadaan anak
dengan sedalam-dalamnya, Menunjukkan cara penyelasaian masalah yang tepat untuk
di renungkan oleh anak kemudian untuk dikerjakannya, menanamkan nilai-nilai
spritual yang benar serta melakukan proses asosiasi antara konsep yang sedang
diajarkan dengan kehidupan nyata sehari-hari, sehingga anak mudah memahaminya.
TERIMAKASIH
😉😊😉
Tidak ada komentar:
Posting Komentar